Sabtu, 04 Februari 2012

Pena...

kupinjamkan pena itu kepadamu
dan kuberikan lembaran putih
kutitipkan harapan tentang keindahan
yang kelak kau lukiskan diatasnya
dan kau menyambut harapan itu

kesejukan pagi bersama tetesan embun
yang masih menjaga dedaunan
berganti kehangatan sapaan mentari
menghapusnya
mengitari perjalanan siang
dan berujung disela senja
disambut selimut malam
berhiaskan bintang gemintang
dan berakhir dalam nyanyian burung malam

kau lukiskan semuanya tentang keindahan
kaupenuhi ruang hampa ini
dengan harapan yang dahulu pernah kutitipkan

namun kau pergi
seolah menyudahi semuanya
dan membawa pena itu bersama
kau lupa memberikan bingkai pada lukisanmu
kau lupa menitipkan pena itu selagi masih disini
kau sisakan bayangan yang kurangkai dalam mimpi

aku tak bisa membedakan antara kabut dan awan
seperti aku tak bisa menterjemahkan cinta dan kasih sayang


agil tri anggoro
5 februari 2012

Minggu, 08 Januari 2012

Sakura Merah Muda

inginku menjadi kehangatan musim
sehingga kau bermekaran
menghentikan tiap-tiap penantian tentang keindahan
ingin pulaku menjadi merpati
yang dapat menikmatimu seutuhnya
lebih dekat daripada ranting-rantingmu


ajarkan aku tentang arah
sehingga kau tak meninggalkanku
tentang barat menuju timur
dan berakhir di utara
ijinkan aku tuk menantimu
dalam kata yang tak terucap
bersama keindahan mekarnya bunga
dan biarkan aku tetap menemanimu
dalam hitungan yang tak panjang

jangan biarkan aku menjadi angin
yang berhembus keras
jangan biarkan aku menjadi hujan
dan menjadikannya badai
sehingga kau terjatuh dan
mengakhiri segala keindahan

8 Januari 2012
Agil Tri Anggoro

Sabtu, 24 Desember 2011

Permainan Hati

aku tak pernah ingin melupakan hujan
meski kutau tlah berpeluk awan
berulang kali terjatuh dan kembali
namun aku masih disini
menanti bias pelangi diantara pelukan
dalam kesederhanaan mentari tersenyum kearahku

kuingin menjadi gelombang
yang menepi dan membasahi batu karang
tetapi akulah badai
yang meniup gelombang
dan menghempaskan batu karang

dan aku akan tetap disini
meski awan memberikanku sejuta mutiaranya
untuk kelak diambilnya kembali
salahkan aku....

Agil Tri Anggoro
25 Desember 2011

Jumat, 04 November 2011

Cerita kemarin


bukanlah tentangku ataupun tentangnya
bukan pula kebahagiaan sebelumnya
seperti keindahan sajak penyair kecil yang tak terangkum
seperti pula kesejukan yang kau anggap berlalu
bukanlah rayuan sehingga jiwa sejenak melambung
bukan pula pemberian mengharap balasan

tentang kebenaran
tentang keikhlasan
meski terhempas dan kau melupakannya
cerita kemarin

sajak penyair tentang kebenaran
diikatkannya pada janji nan agung
dan keikhlasan itu
yang membesarkan daun-daun pepohonan
sehingga menjadikannya teduh
cerita kemarin
bukan tentangku atupun tentangnya


5 November 2011
Agil Tri Anggoro

Rabu, 24 Agustus 2011

Berakhir

ombak lautan itu datang dan pergi
ketika angin berhembus dan sepi
segala yang ada dan ditiadakan
bermula kealphaan

ketika parit-parit berkumpul
menuju kearah sungai
ketika sungai-sungai berkumpul
menuju kearah muara lautan
tiap-tiap kesedihan akan berakhir
dalam sebentuk kebahagiaan
keabadian adalah kehampaan yang tak pernah ada
segalanya berujung dan berakhir

25 Agustus 2011
Agil Tri Anggoro

Kamis, 30 Juni 2011

Doaku

kadang kucuri pandang pada sebuah pintu
dimana sebuah cerita pernah kuakhiri
berharap kau baik disana
berselimutkan keceriaan sebelum aku
tanpa air mata dan rasa bersalahmu

berharap bunga itu tetap mekar
ketika layu menerpa suasana dedaunan
meski awan tak membawa kabar kegembiraan
disampaikannya pada angin
tentang suatu kedamaian dalam kesejukan

dan waktu telah membawa segalanya
kedalam relung masing-masing
menempatkannya dalam ruang hampa penyesalan
dan bersemayam bersama kebisuan

biarkan doaku yang menemanimu
kutitipkan kepada langit
berharap menjadi cahaya bagimu
tanpa air mata dan rasa bersalahmu

agil tri anggoro
1 juli 2011

Jumat, 27 Mei 2011

Suara Kehancuran

akulah rapuh yang terhempas
tiada labuhan tempatku bersandar
hingga angin sebenar-benarnya membawamu
akulah bahtera tanpa nahkoda

kukabarkan kehancuran
lewat ombak yang berdebur ketepian
hingga remuk diterpa karang
kukabarkan lirih
diantara kerinduanmu yang sama

aku tak sebesar bahteraku
akupun tak setegar karang
badai samudra bergemuruh menenggelamkanku
dan batu karang tengadah menungguku

akulah kerdil itu
maaf

28 Mei 2011
Agil Tri Anggoro