Rabu, 16 Maret 2011

Bangkit

puing puing masa laluku harus kembali kubangun
tak bisa ku terus menjadi remuk
tak bisa terus kuberteduh diatap yang lain
biarkan aku mengais diantara reruntuhannya
mencari puing yang hancur 
karna badai airmata dan hembusan angin kesedihan
biarkan aku mengais untuk berdiri

terlalu banyak harapan yang disematkan
mereka yang menyayangiku tulus
dan terlalu bodoh jika aku hanya terdiam pada malam
mencari tempat tuk berteduh
sementara esok aku harus berlari
menyambut matahari yang tawarkan berjuta harapan
tuk merangkai hari yang panjang

kuingin mereka bangga kepadaku
tanpa harus kupedulikan kisahku
yang kan kuletakkan dalam ruang hampa berpenjaga
jauh di kedalaman hati
berharap rasa itu tetap utuh hingga waktunya
dan aku akan datang menjemputmu
mempersunting tuk memiliki hatimu seutuhnya

Agil Tri Anggoro
16 Maret 2011

Jumat, 04 Maret 2011

Cantikku

haruskah kita saling terdiam
ketika kesempatan itu datang mempertemukan
coba saling menjaga
yang sebenarnya adalah menjadi kebohongan

aku masih melihatnya
badai kerinduan itu dimatamu
masih sama kau menyimpannya
rasa itu dihatimu
meski kau terdiam
dan tak mampu menatapku
maaf jika aku lancang mengartikannya
karna kau akan selalu sama dalam pandanganku
meski angin itu menghembuskan sang waktu

dan apa yang kita coba tutupi
jika keduanya adalah sama
kerinduan yang dalam kian menghancurkan
haruskan kita selalu terkurung dalam keadaan sekitar
sedang kau tak menyukainya
selalu kuharapkan kau mampu tuk jujur
dan menyudahi kebohongan ini
cantikku

4 maret 2011
Agil Tri Anggoro