Kamis, 16 Desember 2010

Terimakasih Melati Kecilku

kau yang pernah kuharapkan
mampu menemaniku mengisi lembaran putih itu
dan kau benar telah mengisinya
dengan cerita berpenakan emas
berisi cinta kasih
yang kau sembunyikan dari kenyataan

terimakasih pada lentik kebohongan
yang coba kau tutupi dari pandanganku
sebentuk perhatian yang kau berikan
tak mampu membohongiku
dan linangan air matamu
menegaskan semua tentangmu padaku
agar aku selalu ada disampingmu

aku terdiam disini
karna aku ingin melihatmu bahagia
bukan untuk meninggalkanmu
terlebih melupakan semua janjiku
karna aku akan selalu memegangnya erat

17 desember 2010
Agil Tri Anggoro

Kamis, 02 Desember 2010

Melati Kecil II

aku tau dimana harapan itu telah ditempatkan
meski kau sembunyikannya dari kenyataan
diantara malam sehingga kau menyapaku manja
menelusup pagi dengan sejuk aroma embun
tanya lembutmu

seperti hari menunggu hujan ketika terik
tuk ungkapkan tangisannya
berharap hati curahkan segala rasanya
dalam bingkai bingkai penantian

aku berguru pada waktu tentang keikhlasan
tapi dia mengajarkanku tentang kemenangan
akupun bertanya pada kesakitan
tapi dia menuntun langkahku dalam keteguhan
menjaga arahku pada tujuan
dan ketika aku bertanya kepadanya
dia ajarkanku kesetiaan

3 Desember 2010
Agil Tri Anggoro

Senin, 15 November 2010

Dekat denganMu

aku ingin kembali dekat denganMu,
seperti dahulu Kau menjamahku lembut dalam sakit, kebahagiaan, dan ketakutan
karna terlalu banyak cerita
yang kulewatkan tanpa kehadiranMu
aku ingin kecupanMu ketika tangis
aku ingin perhatianMu ketika bahagia mendatangiku
dan aku inginkan lindunganMu ketika ketakutan

Kamis, 11 November 2010

Cintaimu Sederhana

bantu aku melupakannya seperti Kau bantu aku menemukannya
aku mencoba besar diantara reruntuhan hati
namun semua ini terlalu berat
memory tentangnya melemahkan segala daya hidup ini
bantu aku melupakannya
kembali ketika aku masih tertawa
saat sang surya tak menampakkan keindahannya
dan awan gelap menyelimuti langit malam

bantu aku melupakannya
tanpa dia mengerti bahwa aku telah menjauh
menepi dari segala rasa
hingga tak tenggelam dalam rasa yang kian mengembara

cintaimu sederhana
coba menguatkanku dalam relung kesakitan
menjauh dari segala angan yang tak bertuan
mencoba cintaimu sederhana

agil tri anggoro
12 november 2010

Malam kepada Bintang

bukannya malam itu pernah berkata kepada siang
tentang kesetiaannya menemani sang bintang
dia takkan berubah dan takkan pernah berubah
meski sang rembulan hangat memeluknya
dia tetap berjanji akan menemani sang bintang

malam takkan sanggup menatapi tangisan bintang
yang diungkapkannya kepada bumi
karna malam takkan sanggup untuk kehilangannya
meskipun bertabur bintang hiasi malam
tetaplah satu kejora yang mampu menerangi

berjanjilah wahai bintang
untuk selalu menemani kegelapan malam
meski hangat pelukan rembulan disisimu

berjanjilah wahai bintang
jangan pernah kau coba untuk berubah
sebagaimana yang kau katakan tentang perubahan
karna malam takkan pernah berubah
meski kau tenggelam dalam pelukannya

agil tri anggoro
12 november 2010

Kamis, 21 Oktober 2010

SAMA

hujan malam ini masih saja sama
tanpa pertanda diantara langit dengan kecerahannya
menghapuskan debu-debu kehidupan
dengan aroma menyejukkan
dan semuanya membaik terhapuskan tangisan awan

langit malam inipun masih tetap sama
sambutan bintang dengan senyumnya coba merangkai
segala khayal dalam mimpi
terlupakan tangisan awan yang berlalu

hujan malam ini masih saja sama
tanpa pertanda yang mengharuskannya tuk bersiap
langit malam inipun masih tetap sama
selalu menannyakanku tentangnya

22 OKTOBER 2010
agil tri anggoro

Sabtu, 18 September 2010

Pada Seorang Tua

Lilin-lilin kecil menatap bagai kunang di kegelapan
Serempak nyanyian kalian lantunkan
Canda tawa mengisi suasana
Tepukan semarak ajak waktu tuk mendekat

Didepan bingkai jendela kalian lihat
Seorang tua tengadahkan kedua telapak tangannya
Menunggu bintang kemuliaan turun kepadanya
Menangis dirinya !!
Tak pernah kulihat tawa dicelah bibirnya

Berikan wahai dunia yang mendengar
Berikan wahai dunia yang melihat
Berikan senyuman kepadanya
Karna kuyakin dia merindukannya
Melebihi rindu seorang kekasih
Melebihi rindu seorang ibu pada anaknya
Melebihi jiwa yang haus akan kasih sayang


Agil Tri Anggoro
08/02/2010

Kotaku

Renungkan sejenak bersama bintang nuansa kotamu
Terasa terik kala kau terdiam dalam khayal
Tanpa semilir yang hadir dari tiap helai daun hijau
Gedung-gedung tinggi penyangga langit
Rangkaian segala keangkuhan pemijak bumi
Kan semakin tinggi segala yang melayang
Dan semakin menganga segala yang terluka
Sementara,
Kau pandangi dari atas gedung tinggi
Gubuk-gubuk hampir rubuh terhempas keangkuhan
Pura buta dan pura segalanya
Kurasakan pada pandanganmu, yang diatas
Dalam keheningan aku terlahir kedunia
Dalam keheningan aku sesali kotaku
Yang kejam, membunuh segala tawa dan kasih sayang
Kudambakan kedamaian, kudambakan ketenangan
Kudambakan semua yang mengerti kasih sayang

Agil Tri Anggoro
08/05/2006

Harapan tertinggi

Atas nama Tuhanku yang tertinggi
Kan kulambungkan harapanku setinggi tinggi harapanmu padaku
Selayunya tubuhku terhempas cita-citaku
Kan kuraih hempasan itu dengan jaring-jaring semangatku

Harapan yang kau tanam pada tiap kata-kataku
Menjadi semangat dalam pencapaian harapanku
Detak jarum jam berbunyi keras
Saat ku mulai berjalan menuju harapanku
Tak ada teman, tak ada sahabat yang mendendam padaku
Dalam tiap langkah ini, bayangannya berikanku semangat
Karang terpecah terhempas ombak
Sekeras itupun harapanku

Agil Tri Anggoro

Katakan

Mentari enggan menatapku ketika
Pagi sempurna menyambut hari
Adakah yang salah denganku
Ataukah aku yang sombong menatapnya
Seperti memberikan senyuman terindah
Tapi bukan aku

Kehangatannya tak lagi kurasakan
Hingga kebekuan ini tak kunjung mencair
Menggunung menutupi jendela hati
Yang tak lagi berguna
Layaknya hati yang tak berperangai
Itulah aku
Terhempas badai ketidaktahuan
Terbawa arus sepi

Salahkah aku
Ketika kutinggalkannya ketika malam
Dan kusapanya ketika pagi datang
Ataukah rapuhnya aku
Ketika kubiarkan awan gelap
Dan bala tentaranya
Menghapus ceriamu

Kita bukanlah pengecut
Kita bukanlah seorang yang menggunakan diam sebagai pelindungnya
Dan tangisan sebagai senjatanya

20-01-2010
AGIL TRI ANGGORO

Berjanjilah

Jika kau inginkan aku untuk mencintaimu
Apakah kau akan berjanji
Untuk lebih daripada aku mencintaimu

Renungkan segala inginku
Renungi segala inginmu
Apakah kau takkan hidup tanpa hembusan nafasku
Apakah kau kan selalu iringi langkahku
Dan ku tak mau hingga lentera berselimutkan biru
Padam tanpa jiwa yang selalu menghidupi lentera biru

Cinta yang tersambut
Kan diayuh menelusuri segala muara kehidupan
Berisikan segala liku
Hingga kan terasing melalui sisa-sisa kehidupan

Agil Tri Anggoro
22/05/2006

Dimana, Dia

Cerminan pagi air mengalir
Nampakkan wajah kelabu sang langit
Sembunyikan fajar, kekalkan embun pagi

Penindasan pada ketidaksanggupan
Antarkan air mata pemberontakan
Jerit kesakitan sumbat telinga keserakahan
Bulir-bulir keringat butakan mata hati penindas
Dalam derap kakinya
Usik tidurku dengan tangisan lapar bayi yang masih bersemburat
Gelisah kurcaci bersama gemuruh gergaji perkasa
Kini kemanusiaan berada dalam perangai kesedihan
Dan bala tentara kegelapan
Warnai segala kedamaian dalam cerita
Dimana dia yang kan turun membawa asma kebenaran
Bersama ribuan bintang kemuliaan
Hancurkan keserakahan, hancurkan penindasan
Lalu dia kan bercerita tentang arti hidup yang sekejap
Dan hidup bersama keabadian

15/04/2006
Agil Tri Anggoro

Selasa, 07 September 2010

Angin

biarkan kita saling menjauh
biarkan angin menjaga perasaan kita
dalam jarak yang tak terangkai

kita akan tersenyum dalam kesedihan 

dan menangisi kesalahan ini

dan ketika kita telah tersadar

angin itu telah membawa kenangan itu

jauh meninggalkan mimpi dan angan kita

mencoba untuk menjadi besar diantara kita

menanggalkan ego masing-masing

biarkan kita saling menjauh
biarkan angin menjaga perasaan kita

dan biarkan aku bahagia dengan pilihanku


Agil Tri Anggoro

8/8/2010

Rabu, 01 September 2010

Cerita Lalu

kupandang hamparan putih
hampa kulihat lenyap kusentuh
menekan himpit tubuh
ingin kumuntahkan segala beban
meletus menyirami hamparan putih
dapat kusentuh dapat kulihat
akankah hilang seperti dulu
ku sakit dia sakit
ku senang dia hilang
hanya terlihat bila kutakut
menemani saat kusendiri
tak muncul bila ramai
ku lalui bersamanya
hingga aq masuk ke dunianya
sangat gelap penuh dosa
akankah aku keluar .
oh jauhi aku
tp aq ingin menjadi menjadi anak kecil….
tertawa lepas,
tampa beban,
tak pernah merasa kawatir akan hari esok

Agil Tri Anggoro
2006

Senin, 30 Agustus 2010

Bunga - bunga

Bunga bunga itu sedang menunjukkan pesonanya
diantara dedaunan yang mendampinginya
dengan wewangian tulus nan sederhana
menyambut segala kekaguman tentangnya

Kepada malam, ia sebarkan semerbak wangi senyuman
kejutkan tiap-tiap insan dalam bingkai yang indah
Kepada pagi, dimana sejuta embun masih
ramah menjamahinya sebelum dihadapkan pada siang
pesona yang ia tawarkan dengan sejuta warna
terbalut suci tanpa noda kehidupan

Bunga-bunga itu ingin kupetik dan kurangkai
kuletakkan pada bingkai hati
dan kujaga dengan terali bersisi harapan tentangnya

31/08/2010
Agil Tri Anggoro

Jumat, 27 Agustus 2010

Ajarkan Aku

Dan akulah pecundang itu
takut akan kekalahan
yang membuatku tak pernah memenangkan suatu pertandingan
aku pun takut akan keputusan
hingga aku terombang ambing dalam keputusan yang tak terambil

bersembunyi dibalik rimbunnya kata
membuatku terbiasa dengan kepura-puraan
seolah aku mampu membenahi alur yang terjadi
cerita ini menyudutkanku

ajarkan aku wahai bunga-bunga
dimana cerita ini pernah terangkai
tentang hakikat keindahan
dan kebesaran hati

27/08/2010
Agil Tri Anggoro

Kamis, 26 Agustus 2010

Melati kecil

Ketika malam berselimutkan cahaya rembulan
terpaku diriku diantara debur ombak yang bercahaya
disapu dinginnya angin malam
nampak malam tengah tersenyum
melihatku terdiam menatapmu

dirimu bukanlah bidadari dengan sayap-sayap kecil
dan segala kesempurnaannya
tapi dirimu mampu membawaku terbang diantara tingginya harapan
tentang kesempurnaan
dirimu juga bukanlah putri raja dengan segala kuasanya
tapi dirimu slalu mampu memegang pundakku
dan berlutut dihadapan senyumanmu

dirimu hanyalah seorang gadis kecil
yang tersenyum diantara debur ombak
dan berselimutkan cahaya rembulan
yang begitu indah ketika angin membelaimu
dalam sajak yang tak mampu terangkai
oleh segala keindahan

27/08/2010
Agil Tri Anggoro

Rabu, 21 Juli 2010

Kepalsuan

aku hanya bisa bersembunyi di balik senyuman
sendiri
meratapi kekeliruan yang kubanggakan
terlalu tinggi aku  menitipkan harapan
namun pada hati yang salah
dan sesungguhnya senyumku mengisyaratkan
kepedihan yang mendalam
bukanlah aku karang yang tegar
diterpa ombak samudra
hanyalah secarik kertas
yang tak mampu menahan apapun
bukanlah aku hati yang lapang
mendengarmu mengatakan kenyataan ini
hanyalah jiwa yang kerdil
yang hanya mampu bersembunyi
dari terpaan badai kenyataan

agil tri anggoro 22/07/2010

Kamis, 17 Juni 2010

Kaum Terbuang

Memang aku tak berharga
semua tentangku dan semua kenanganku
berada jauh,,
dari tiap pintu-pintu hati
dan berserakan,,,
di halaman-halaman tak bertuan
seperti dedaunan kering yang hilang ditiup angin
seakan lebih baik adanya
karnanya setiap pandangan menjadi tak ternoda
indah,,,dan hanya indah

dilupakan adalah kesehariannya
dicampakkan adalah kehidupannya
ketika kita mengerti
adalah lebih lapang jiwa ini
dibanding ketika kita tak mengerti
bahwa kita telah dilupakan
bahwa kita telah dicampakkan
dan kesendirian
adalah jalan terbaik
untukku, dan untukmu
semua jiwa yang telah melupakan
dan mencampakanku

Agil Tri Anggoro
17/06/2010

Rabu, 02 Juni 2010

Beban

Melati mekarlah dalam pangkuan mahkota
Semaikan benih bersama hembusan angin
Sang surya bersinarlah
Berikan cahaya pada tiap-tiap kehidupan
Jangan kau melayu
Dan ku tak mau bintang merangkai cahaya biru
Hanya untuk tutupi kelalaianmu
Jadilah bagian indah dari tiap cerita
Yang tertulis seorang penyair dari tiap literaturnya
Seperti bintang kuharap begitu
Yang menari-nari di hamparan tata surya
Dengan jari-jemarinya yang bergandengan
Membentuk segala rasi dan harapan
Bosanku memandang
Segala keteraturan bersama
Membalut segala kelalaian

Agil Tri Anggoro
04/06/2006

Selasa, 01 Juni 2010

anggrek putih

anggrek putih
senyummu memesonakanku
sederhana, namun penuh dengan ketulusan
indahmu terbalut kesucian
menyempurnakan pandanganku padamu
harum semerbak pesonamu
berada di ranting ranting keteguhanmu
menawarkan kedamaian haqiqi
aku merindukan pagi
ketika dia memandikanmu dengan embunnya
dan menghangatkanmu dengan sinarnya
laksana segala keindahan
adalah dirimu.

Persembunyian Hati

aku terlalu pandai menyembunyikan hatiku
hingga akupun tak mengerti
dimana menyembunyikannya
senada dengan keindahan
beriringan bersama ketakutan
rasa itu telah berada pada persembunyian hati
hingga kini aku tengah tersesat
ketika dia menawarkan senyumannya
aku tak mampu menemukannya kembali
atau aku terlalu malas untuk mencarinya
bantulah aku wahai ketidaktahuan,,,
bantulah aku wahai kemalasan yang menggelayutiku
dimana hatiku tengah berada
bantu aku

1 mei 2010
by : agil tri anggoro

Senin, 26 April 2010

Teman

Inilah kenyataan
Semua yang pernah menghampiri
Semua yang pernah masuk
Semua yang pernah menjadi arti
Pasti akan kembali
Dimana waktu sebelum dia mempertemukannya
Begitu kejam dia kepadaku
Dengan menghapus tawa riang itu
Dengan menenggelamkan keharmonisan yang pernah ada
Dia menyayat separuhku

Aku tak inginkan kemewahan
Karna didalamnya semua kecemasan berkumpul
Berdampingan dengan tinginya ego
Aku juga tak butuh penghargaan
Karna aku takkan selalu berada disana
Yang aku ingnkan hanya dirimu
Menjadi penopang saat angin kencang berhembus
Menjadi apa yang aku butuhkan
Layaknya bulan dan bintang
Dia bersama sama menghiasi malam

Kenyataan
Aku didalamnya
Dirimu didalamnya
Kita berada dalam hakikat yang tak bisa dipungkiri

27/04/2010
Agil Tri Anggoro

Kamis, 08 April 2010

KEADILAN

Ketika kita menyakiti
kita telah menyakiti diri kita di masa yang akan datang
ketika kita menghargai
kita telah melambungkan nama kita diatas lambang penghormatan

Hidup adalah adil celoteh sang waktu
tiada tanya yang tak terjawab
tiada sakit yang tak terobati
Ketika bintang tak menghisai malam
ketika itu terjaga tidurmu oleh murninya air langit
ketika kehilangan telah menenggelamkanmu
ketika itu dia telah mendewasakanmu

Hidup adalah adil sambut angin yang berhembus diantara
malam dan siang yang secara teratur berganti dan
bocah yang berlarian menuju pintu kedewasaan
untuk mengerti tentang hakikat keadilan
dimana dia pernah menangis karenanya

-^Agil tri anggoro^-

Salahkah Aku ?

Apakah aku salah bila aku dapat mengenalmu
Apakah aku salah bila akhirnya mencintaimu
Apakah salah pandanganku padamu
Aku bertanya pada bintang yang memebentuk rasi cinta
Mereka tersenyum sembari menggelengkan angkasa raya
Akupun bertanya pada semua cinta yang tlah bersama
Mereka berjalan dibelakangku
Dan menggertakkan kata-kata semangat

Namun kini kau menghilang
Coba tuk permainkan kelemahanku
Haruskah aku meminta pada bintang-bintang yang bergandengan
Untuk dapat akhirnya aku menemukanmu
Salahkah aku?

Agil Tri Anggoro
17/12/2006

Aku Bukan Untukmu

Sesuka hatimu utarakan janji pada sepi waktuku
Dan akan kutunggu hingga janjimu terangkai oleh kenyataan
Bait-bait puitis akan terdengar ditelinga hatimu
Hanya untuk tidak mengecewakan waktu yang kau gunakan
Karna hatiku telah berlabuh pada labuhan terindah hati
Dari pertarungan siang dan malam yang hadirkan
Bidadari bermahkotakan cahaya murni

Pergilah sejauh kaki kecilmu mampu melangkah dari bayanganku
Akan terasa berat bila jemarimu bergelayut pada sayap-sayap
Diantara lengan bayanganku
Karna aku akan terbang menggapainya
Dimana peri-peri memandikan sejuta cahaya padanya
Serta butir-butir kesempurnaan membaluti kata-kata lirih

Biarkan aku mengejarnya
Jangan kau buat segala dayaku disambut oleh hantu kemarahan
Merasuki kelelahan serta aliran darah dalam langkah ini
Aku menyayangimu layaknya kasih sayang seorang kakak
Jangan kau harapkan aku untuk dapat bersanding
Dalam persandingan mimpimu kelak

Agil Tri Anggoro
11/02/2007