Mentari enggan menatapku ketika
Pagi sempurna menyambut hari
Adakah yang salah denganku
Ataukah aku yang sombong menatapnya
Seperti memberikan senyuman terindah
Tapi bukan aku
Kehangatannya tak lagi kurasakan
Hingga kebekuan ini tak kunjung mencair
Menggunung menutupi jendela hati
Yang tak lagi berguna
Layaknya hati yang tak berperangai
Itulah aku
Terhempas badai ketidaktahuan
Terbawa arus sepi
Salahkah aku
Ketika kutinggalkannya ketika malam
Dan kusapanya ketika pagi datang
Ataukah rapuhnya aku
Ketika kubiarkan awan gelap
Dan bala tentaranya
Menghapus ceriamu
Kita bukanlah pengecut
Kita bukanlah seorang yang menggunakan diam sebagai pelindungnya
Dan tangisan sebagai senjatanya
20-01-2010
AGIL TRI ANGGORO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar