Sabtu, 24 Desember 2011

Permainan Hati

aku tak pernah ingin melupakan hujan
meski kutau tlah berpeluk awan
berulang kali terjatuh dan kembali
namun aku masih disini
menanti bias pelangi diantara pelukan
dalam kesederhanaan mentari tersenyum kearahku

kuingin menjadi gelombang
yang menepi dan membasahi batu karang
tetapi akulah badai
yang meniup gelombang
dan menghempaskan batu karang

dan aku akan tetap disini
meski awan memberikanku sejuta mutiaranya
untuk kelak diambilnya kembali
salahkan aku....

Agil Tri Anggoro
25 Desember 2011

Jumat, 04 November 2011

Cerita kemarin


bukanlah tentangku ataupun tentangnya
bukan pula kebahagiaan sebelumnya
seperti keindahan sajak penyair kecil yang tak terangkum
seperti pula kesejukan yang kau anggap berlalu
bukanlah rayuan sehingga jiwa sejenak melambung
bukan pula pemberian mengharap balasan

tentang kebenaran
tentang keikhlasan
meski terhempas dan kau melupakannya
cerita kemarin

sajak penyair tentang kebenaran
diikatkannya pada janji nan agung
dan keikhlasan itu
yang membesarkan daun-daun pepohonan
sehingga menjadikannya teduh
cerita kemarin
bukan tentangku atupun tentangnya


5 November 2011
Agil Tri Anggoro

Rabu, 24 Agustus 2011

Berakhir

ombak lautan itu datang dan pergi
ketika angin berhembus dan sepi
segala yang ada dan ditiadakan
bermula kealphaan

ketika parit-parit berkumpul
menuju kearah sungai
ketika sungai-sungai berkumpul
menuju kearah muara lautan
tiap-tiap kesedihan akan berakhir
dalam sebentuk kebahagiaan
keabadian adalah kehampaan yang tak pernah ada
segalanya berujung dan berakhir

25 Agustus 2011
Agil Tri Anggoro

Kamis, 30 Juni 2011

Doaku

kadang kucuri pandang pada sebuah pintu
dimana sebuah cerita pernah kuakhiri
berharap kau baik disana
berselimutkan keceriaan sebelum aku
tanpa air mata dan rasa bersalahmu

berharap bunga itu tetap mekar
ketika layu menerpa suasana dedaunan
meski awan tak membawa kabar kegembiraan
disampaikannya pada angin
tentang suatu kedamaian dalam kesejukan

dan waktu telah membawa segalanya
kedalam relung masing-masing
menempatkannya dalam ruang hampa penyesalan
dan bersemayam bersama kebisuan

biarkan doaku yang menemanimu
kutitipkan kepada langit
berharap menjadi cahaya bagimu
tanpa air mata dan rasa bersalahmu

agil tri anggoro
1 juli 2011

Jumat, 27 Mei 2011

Suara Kehancuran

akulah rapuh yang terhempas
tiada labuhan tempatku bersandar
hingga angin sebenar-benarnya membawamu
akulah bahtera tanpa nahkoda

kukabarkan kehancuran
lewat ombak yang berdebur ketepian
hingga remuk diterpa karang
kukabarkan lirih
diantara kerinduanmu yang sama

aku tak sebesar bahteraku
akupun tak setegar karang
badai samudra bergemuruh menenggelamkanku
dan batu karang tengadah menungguku

akulah kerdil itu
maaf

28 Mei 2011
Agil Tri Anggoro

Rabu, 11 Mei 2011

Mengertilah Aku

diam tak tersentuh
tak dimiliki pun memiliki
terasing dalam keramaian cerita cinta
meletakkanku disudut suasana
diselimuti kesetiaan

sesuci embun yang diteteskan langit ketika
malam perlahan datang menjemput pagi
cinta yang kulambungkan
berharap suci menyejukkanku

diam tak memilikimu
adalah caraku mencintaimu
sesuci embun yang diteteskan langit
sehening suasana kesendirian
mengertilah aku

12 Mei 2011
Agil Tri Anggoro

Jumat, 22 April 2011

Seberkas Bayangan

Entah kenapa Sang Surya mampu menyentuhmu
dan bayangnya mampu terpaut dihati ini
yang gelap namun masih menyinari
layaknya semilir angin membawa kegelisahan
        salahkah Sang Surya menawarkan sinarnya pada hati ini
        ataukah bayangnya dengan kesengajaan mendekat
        dan ketika cahaya bulan temukan kegelisahan hati ini
        dalam hati menangis rasakan kehilangan
        hanya ada seberkas ingatan
        sempat kita saling berpandangan
        saat tak mampu tuk ucapkan sepatah kata
haruskah hanya diri ini dan dinding penantian
yang akan mengerti sepenggal kisah cinta
antara dua anak manusia yang sedang menunggu
apakah hanya seberkas bayangan yang tlah berlalu
yang kan terambil kembali dan ditempatkan
dalam ruang-ruang hampa dalam hati

2 Desember 2006
Agil Tri Anggoro

Rabu, 16 Maret 2011

Bangkit

puing puing masa laluku harus kembali kubangun
tak bisa ku terus menjadi remuk
tak bisa terus kuberteduh diatap yang lain
biarkan aku mengais diantara reruntuhannya
mencari puing yang hancur 
karna badai airmata dan hembusan angin kesedihan
biarkan aku mengais untuk berdiri

terlalu banyak harapan yang disematkan
mereka yang menyayangiku tulus
dan terlalu bodoh jika aku hanya terdiam pada malam
mencari tempat tuk berteduh
sementara esok aku harus berlari
menyambut matahari yang tawarkan berjuta harapan
tuk merangkai hari yang panjang

kuingin mereka bangga kepadaku
tanpa harus kupedulikan kisahku
yang kan kuletakkan dalam ruang hampa berpenjaga
jauh di kedalaman hati
berharap rasa itu tetap utuh hingga waktunya
dan aku akan datang menjemputmu
mempersunting tuk memiliki hatimu seutuhnya

Agil Tri Anggoro
16 Maret 2011

Jumat, 04 Maret 2011

Cantikku

haruskah kita saling terdiam
ketika kesempatan itu datang mempertemukan
coba saling menjaga
yang sebenarnya adalah menjadi kebohongan

aku masih melihatnya
badai kerinduan itu dimatamu
masih sama kau menyimpannya
rasa itu dihatimu
meski kau terdiam
dan tak mampu menatapku
maaf jika aku lancang mengartikannya
karna kau akan selalu sama dalam pandanganku
meski angin itu menghembuskan sang waktu

dan apa yang kita coba tutupi
jika keduanya adalah sama
kerinduan yang dalam kian menghancurkan
haruskan kita selalu terkurung dalam keadaan sekitar
sedang kau tak menyukainya
selalu kuharapkan kau mampu tuk jujur
dan menyudahi kebohongan ini
cantikku

4 maret 2011
Agil Tri Anggoro

Kamis, 24 Februari 2011

Aku tak Tau

aku tak mengerti cinta
aku tak mengerti sayang
rasa sakit ku hanya sebatas sebuah rasa
yg tak pernah ku tau apa sebabnya
ku ingin merontah
tetang semua kenang yang telah di torehkannya untuk ku
begitu sakit setiap ku ingat kenang itu
begitu sakit setiap ku berharap kenang itu kan menjadi nyata
namun semua percuma
ku berharap semua kenang itu hanyalah sebatas mimpi
mimpi indah dah pahit tuk ku rasakan
ku memang tak mengerti tentang cinta
tapi ku tak ingin cinta terus mempermainkan perasaan ku
perasaan yang tak pernah mendendam karena cinta
salah, memang aku salah tlah membuka hati ku hanya untuk cinta
cinta yang hanya sebatas mimpi dan dunia maya
buat apa cinta
jika hanya membuat terluka dan sakit
buat apa mencinta jika semua percuma
ku terus meragukan cinta
cinta yang tulus bagi sebagian orang bukan buat ku
cinta hanya  lelucon dan permainan
ketika kau kalah smua kan hilang dan lenyap hanya ada sisa-sisa rasa
rasa sakit yang tak kan pernah terlupakan karenanya
i hate love

25 februari 2011
Diana Pertiwi

Rabu, 09 Februari 2011

Debur Kerinduan

masih kuingat ketika angin menghela indah rambutmu
dan cahaya rembulan yang pancarkan manis senyummu
debur ombak yang datang, kembali pada peraduannya ke laut luas
begitu pula kehadiranmu,
sekejap tuk ungkapkan kepergian

buih yang tercipta
menghias diantara debur yang datang dan kembali
bintang bersembunyi isyaratkan suasana kesepian
kembali kuingat ketika ribuan bintang
bergandengan mengajakmu seraya tersenyum
hiasi keindahannya
semakin kencang angin menghempaskanku,
semakin badai kerinduan itu datang

aku adalah sama ketika kau datang
aku adalah sama pula ketika kau beranjak
aku masih sama seperti dahulu kau pernah mengolok-oloknya
dan aku rindu seperti kerinduanku dimasa yang lalu

Agil Tri Anggoro
10 februari 2011

Rabu, 02 Februari 2011

Selamat Pagi

selamat pagi cantikku
sudahkah malam menjagamu dalam selimutnya
yang hangat merangkaikan mimpi tentangku
berujung pada kesejukan pagi
ketika sang mentari ramah membangunkanmu
dalam sapaanya

ceritakan padaku tentang kehangatan malam
sehingga membuatmu terlelap
ceritakan dan obati kerinduanku
dengan tawamu dan suara kecilmu
yang telah lama hilang dariku

2 februari 2011
Agil Tri Anggoro

Selasa, 04 Januari 2011

Segitiga

Yang indah merangkaikan cerita
ketika bunga itu dihinggapi dua kumbang
yang coba saling menghisap sari bunganya
tercium dari keindahan aroma wangi
ketika pagi membasuh indah senyuman
dengan tetesan embun yang mengekalkan

angin malam hembuskanlah kepakan sayapnya
biarkan terjatuh dan tersakiti
karna aku hanya inginkan bungaku tiada bersanding
selain aku dan harapanku

namun kuasamu atas angin melebihi aku
hingga dia menghempaskan kepakan sayapku kearahmu
membuatku terjatuh dan tersakiti
mematahkan harapan yang melambung
memandang angin yang berhembus membawanya
terbang semakin mendekat kearahmu
sayapku tlah patah
dan aku hanya mampu melihatmu merangkaikan awan mendung
di langit hidupku bersamanya

5 Januari 2011
Agil Tri Anggoro