Senin, 26 April 2010

Teman

Inilah kenyataan
Semua yang pernah menghampiri
Semua yang pernah masuk
Semua yang pernah menjadi arti
Pasti akan kembali
Dimana waktu sebelum dia mempertemukannya
Begitu kejam dia kepadaku
Dengan menghapus tawa riang itu
Dengan menenggelamkan keharmonisan yang pernah ada
Dia menyayat separuhku

Aku tak inginkan kemewahan
Karna didalamnya semua kecemasan berkumpul
Berdampingan dengan tinginya ego
Aku juga tak butuh penghargaan
Karna aku takkan selalu berada disana
Yang aku ingnkan hanya dirimu
Menjadi penopang saat angin kencang berhembus
Menjadi apa yang aku butuhkan
Layaknya bulan dan bintang
Dia bersama sama menghiasi malam

Kenyataan
Aku didalamnya
Dirimu didalamnya
Kita berada dalam hakikat yang tak bisa dipungkiri

27/04/2010
Agil Tri Anggoro

Kamis, 08 April 2010

KEADILAN

Ketika kita menyakiti
kita telah menyakiti diri kita di masa yang akan datang
ketika kita menghargai
kita telah melambungkan nama kita diatas lambang penghormatan

Hidup adalah adil celoteh sang waktu
tiada tanya yang tak terjawab
tiada sakit yang tak terobati
Ketika bintang tak menghisai malam
ketika itu terjaga tidurmu oleh murninya air langit
ketika kehilangan telah menenggelamkanmu
ketika itu dia telah mendewasakanmu

Hidup adalah adil sambut angin yang berhembus diantara
malam dan siang yang secara teratur berganti dan
bocah yang berlarian menuju pintu kedewasaan
untuk mengerti tentang hakikat keadilan
dimana dia pernah menangis karenanya

-^Agil tri anggoro^-

Salahkah Aku ?

Apakah aku salah bila aku dapat mengenalmu
Apakah aku salah bila akhirnya mencintaimu
Apakah salah pandanganku padamu
Aku bertanya pada bintang yang memebentuk rasi cinta
Mereka tersenyum sembari menggelengkan angkasa raya
Akupun bertanya pada semua cinta yang tlah bersama
Mereka berjalan dibelakangku
Dan menggertakkan kata-kata semangat

Namun kini kau menghilang
Coba tuk permainkan kelemahanku
Haruskah aku meminta pada bintang-bintang yang bergandengan
Untuk dapat akhirnya aku menemukanmu
Salahkah aku?

Agil Tri Anggoro
17/12/2006

Aku Bukan Untukmu

Sesuka hatimu utarakan janji pada sepi waktuku
Dan akan kutunggu hingga janjimu terangkai oleh kenyataan
Bait-bait puitis akan terdengar ditelinga hatimu
Hanya untuk tidak mengecewakan waktu yang kau gunakan
Karna hatiku telah berlabuh pada labuhan terindah hati
Dari pertarungan siang dan malam yang hadirkan
Bidadari bermahkotakan cahaya murni

Pergilah sejauh kaki kecilmu mampu melangkah dari bayanganku
Akan terasa berat bila jemarimu bergelayut pada sayap-sayap
Diantara lengan bayanganku
Karna aku akan terbang menggapainya
Dimana peri-peri memandikan sejuta cahaya padanya
Serta butir-butir kesempurnaan membaluti kata-kata lirih

Biarkan aku mengejarnya
Jangan kau buat segala dayaku disambut oleh hantu kemarahan
Merasuki kelelahan serta aliran darah dalam langkah ini
Aku menyayangimu layaknya kasih sayang seorang kakak
Jangan kau harapkan aku untuk dapat bersanding
Dalam persandingan mimpimu kelak

Agil Tri Anggoro
11/02/2007