kupinjamkan pena itu kepadamu
dan kuberikan lembaran putih
kutitipkan harapan tentang keindahan
yang kelak kau lukiskan diatasnya
dan kau menyambut harapan itu
kesejukan pagi bersama tetesan embun
yang masih menjaga dedaunan
berganti kehangatan sapaan mentari
menghapusnya
mengitari perjalanan siang
dan berujung disela senja
disambut selimut malam
berhiaskan bintang gemintang
dan berakhir dalam nyanyian burung malam
kau lukiskan semuanya tentang keindahan
kaupenuhi ruang hampa ini
dengan harapan yang dahulu pernah kutitipkan
namun kau pergi
seolah menyudahi semuanya
dan membawa pena itu bersama
kau lupa memberikan bingkai pada lukisanmu
kau lupa menitipkan pena itu selagi masih disini
kau sisakan bayangan yang kurangkai dalam mimpi
aku tak bisa membedakan antara kabut dan awan
seperti aku tak bisa menterjemahkan cinta dan kasih sayang
agil tri anggoro
5 februari 2012
